Get snow effect

Senin, 21 Maret 2011

Jangan Biarkan Dia Tidur...

Petrus Piter
 
 
SUMBA Tengah penuh pesona. Tanahnya subur, alamnya hijau. Beriklim sejuk. Pun memiliki sumber daya alam yang sangat potensial bagi pengembangan berbagai usaha pertanian. Singkatnya, ada kehidupan, harapan, untuk menggapai masa depan yang lebih baik.

SUMBA Tengah penuh pesona. Tanahnya subur, alamnya hijau. Beriklim sejuk. Pun memiliki sumber daya alam yang sangat potensial bagi pengembangan berbagai usaha pertanian. Singkatnya, ada kehidupan, harapan, untuk menggapai masa depan yang lebih baik. Tengoklah di sana. Ketersediaan air tanah terasa cukup untuk pengembangan usaha agrobisnis. Menanam berbagai jenis sayuran, lombok, tomat, bawang merah, bawang putih dan beragam jenis tanaman bumbu dapur lainnya. Semuanya bisa. Dan, hasilnya melimpah. Asalkan ada kemauan untuk berusaha. Lahan persawahan, apalagi. Pun tanah datar. Membentang luas di sepanjang Waibakul, ibukota Kabupaten Sumba Tengah. Namun karena pelbagai keterbatasan, lahan yang ada hanya dimanfaatkan sekali setahun. Kini, jangan biarkan dia (lahan) itu tidur pulas. Harus disiasati untuk ditanami aneka tanaman hortikultura, seperti sayur-sayuran dan bumbu dapur lainnya guna memenuhi kebutuhan masyarakat Sumba Tengah. Pola pikir dan pola tanam masyarakat yang selama ini hanya berorientasi konsumsi kini harus diubah dengan pola usaha agrobisnis. Menanam sayur-sayuran dan bumbu dapur, seperti bawang merah, bawang putih dan bumbu dapur lainnya, secara ekonomis menjanjinkan. Usaha ini tidak membutuhkan modal besar. Dana hanya untuk pengadaan bibit, pupuk dan lainnya. Cukup dengan kemauan keras dan keuletan kerja, seorang petani bisa meraih sukses di bidang usaha ini. Dukungan transportasi dan komunikasi antarkabupaten di Pulau Sumba yang semakin lancar memudahkan petani mengakses komoditi dagang keluar Sumba Tengah guna mendapatkan pangsa pasar memadai. Selama ini kebutuhan masyarakat Waibakul, ibukota Kabupaten Sumba Tengah, akan sayur-sayuran dan bumbu-bumbu dapur disuplai dari Kabupaten Sumba Barat dan Kabupaten Sumba Barat Daya, bahkan sebagian dari Bima, Propinsi Nusa Tenggara Barat. Padahal bila rakyat menggeluti usaha sayur-sayuran justru mendatangkan rezeki lebih baik karena memiliki modal yang cukup, yakni tanah luas dan subur serta air tanah tersedia memadai. Sekarang tinggal bagaimana masyarakat memanfaatkan peluang ini demi memenuhi kebutuhan hidupnya. Di sinilah diperlukan peran strategis pemerintah memberdayakan warga lokal mengelola lahan dengan menanam berbagai jenis sayur-sayuran bagi kebutuhan rakyat daerah ini. Etos kerja masyarakat Sumba Tengah harus dipacu agar jeli memanfaatkan setiap peluang bagi kehidupan ekonomi keluarga. Misalnya, menggeluti usaha tanam sayur-sayuran, tomat, lombok, bawang merah, bawang putih dan jenis tanaman bumbu dapur lainnya. Andreas K Galimara, mantan anggota DPRD Kabupaten Sumba Barat dan Sumba Tengah periode 2004-2009, yang ditemui SPIRIT NTT di kediamannya di Katikuloku, Kecamatan Katikutana, Kabupaten Sumba Tengah, Jumat (7/5/2010), mengatakan, secara umum otonomi daerah Sumba Tengah berjalan cukup baik. Penyelenggaraan pemerintahan berjalan lancar dan pembangunan mulai terlaksana di mana-mana, meski belum menjangkau seluruh wilayah Sumba Tengah. Untuk menjaga kesuksesan pelaksanaan otonomi daerah, maka rakyat harus mendukung pembangunan Sumba Tengah melalui ragam usaha agar berkembang lebih maju dan lolos dari evaluasi Depdagri. Andreas meminta pemerintah, dalam hal ini Dinas Pertanian, Perkebunan dan Kehutanan Kabupaten Sumba Tengah dan Kantor Penyuluh Pertanian Sumba Tengah agar memanfaatkan petugas PPL membimbing petani menanam tanaman pertanian yang secara ekonomis mendatangkan keuntungan. Para petugas penyuluh pertanian tidak hanya bertugas membimbing petani menanam padi, jagung dan kacang-kacangan, tetapi juga menciptakan setiap ruang menjadi peluang usaha bagi petani agar kehidupan ekonominya semakin meningkat. Misalnya, petugas PPL memainkan peran strategis membimbing petani pasca panen menanam berbagai jenis sayur-sayuran dan bumbu-bumbu dapur lainnya demi memenuhi kebutuhan masyarakat Sumba Tengah. Diakuinya, selama ini sayur-sayuran dipasok dari Sumba Barat, Sumba Barat Daya dan Bima, NTB. Bahkan ina-ina yang menjual sayur keliling rumah dalam Kota Waibakul sebagian besar berasal dari Sumba Barat. Sesungguhnya usaha agrobisnis seperti menanam sayur-sayuran dan bumbu-bumbu dapur merupakan pekerjaan sederhana. Bercocok tanam merupakan warisan nenek moyang warga Sumba Tengah. Hanya saja orientasi usaha tani yang selama ini sebatas konsumsi perlu diubah ke arah bisnis. Karena itu, sudah saatnya pemerintah memfungsikan PPL berkarya nyata dalam masyarakat demi meningkatkan kesejahteraan rakyat daerah ini. Bila semua berjalan baik akan melahirkan petani sukses di daerah ini. Keberhasilan PPL menciptakan petani sukses di daerah ini secara tak langsung menjadi kebanggaan dan kesuksesan kepemimpinan pemerintahan sekarang. Sebab ukuran kesuksesan otonomi daerah adalah meningkatnya kesejahteraan rakyat. (petrus piter) (Pos Kupang)
 
 
 

 >>>>>>>>> waikamura sumba blog <<<<<<<<

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

tinggalkan komentar anda untuk kemajuan info blog ini
Okey Gan...

Cara Melakukan Comment :
- ketikkan komentar anda
- Pilih format NAME/URL
- Isikan Nama anda dan alamat site(URL) anda
- Kosongkan saja bila URL(alamat site) anda tidak ada dan pilih anonymous.
- click poskan komentar

Terimakasih atas partisipasinya ^_^